KecerdasanIQ (Intellegence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), AQ (Addversity Quotient),CQ (Creativity Quotient), dan ESQ (Emotional Spiritual Quotient) yang merupakan gabungan dari EQ dengan SQ) merupakan bagian dari potensi psikis seseorang yang tidak terlihat dan pelu diasah.
Theability to manage yourself has become the new measure of assessing competence in the 21 st century, giving rise to a focus on EQ, CQ, AQ, and SQ. Emotional Quotient or EQ made waves in the 1990s with its founding fathers John D Mayer and Peter Salovey who created a framework for emotional intelligence (1990).
Dari namanya, ketiganya memang serupa. Namun, IQ, EQ, dan SQ memiliki perbedaan yang signifikan. Satu-satunya persamaan antara IQ, EQ, dan SQ adalah ketiganya digunakan sebagai ukuran kecerdasan seseorang. Lalu, apa saja perbedaan IQ, EQ, dan SQ? Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini! © Intelligent Quotient IQ © Salah satu tes kecerdasan yang paling sering diperbincangkan adalah tes intelligent quotient IQ. IQ merupakan hasil pengukuran dari kecerdasan kristal, yaitu kecerdasan yang terbentuk atas proses pembelajaran dan pengalaman hidup. IQ menggambarkan kemampuan seseorang dalam berpikir, mengolah, menguasai lingkungan, dan bertindak secara terarah. Biasanya, IQ memiliki kaitan yang erat dengan pemecahan masalah logika, matematis, dan strategis. Faktor genetik memiliki peran yang besar dalam pembentukan IQ. Maka, umumnya tingkat IQ seseorang tidak jauh berbeda ketika masih kecil hingga dewasa, seperti dikutip dari Kompas. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya hal-hal lain yang memengaruhi tingkat kecerdasan intelektual seseorang, seperti lingkungan dan ilmu pengetahuan yang didapat selama proses akademik. Menurut psikolog Harvard Howard Gardner, ada delapan jenis IQ manusia, seperti dikutip dari Very Well Mind. Kedelapan jenis IQ itu adalah sebagai berikut. Kecerdasan linguistik verbal-linguistic Kecerdasan matematik atau logika logical-mathematical Kecerdasan spasial visual-spatial Kecerdasan kinetik dan jasmani bodily-kinesthetic Kecerdasan musikal music-rhythmic and harmonic Kecerdasan interpersonal interpersonal Kecerdasan intrapersonal intrapersonal Kecerdasan naturalis naturalistic Emotional Quotient EQ © Banyak orang berpendapat bahwa emotional quotient EQ lebih penting daripada IQ dalam dunia kerja. Dikutip dari Bobo, EQ adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, dan mengontrol emosi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Kecerdasan emosional ini juga berbicara tentang perasaan diri sendiri dan orang lain, empati, cinta, motivasi, serta kemampuan menanggapi berbagai situasi yang ada. Hal-hal ini sangat penting dalam dunia kerja. Faktanya, kamu tidak akan bekerja sendiri. Kamu akan berurusan dengan banyak pihak, seperti rekan kerja, atasan, hingga klien. Untuk itu, diperlukan kecerdasan emosional yang baik agar kamu bisa menjalin kerja sama yang baik pula. Salah satu perbedaan IQ, EQ, dan SQ adalah dari berbagai kategorinya. Jika IQ memiliki delapan kategori, EQ memiliki lima kategori utama, seperti dikutip dari Psych Central. Lima kategori EQ adalah sebagai berikut. Self-awareness kesadaran diri Self-regulation mengatur emosi Motivasi Empati Kemampuan bersosialisasi IQ tidak selalu sejalan dengan EQ. Seseorang yang memiliki IQ rendah bisa saja memiliki EQ yang amat tinggi. Di samping itu, EQ juga bukan bawaan sejak lahir. EQ dapat diasah, diperkuat, dan diajarkan kapan saja melalui pendidikan karakter, memahami perasaan orang lain, dan sebagainya. Spiritual Quotient SQ Selain IQ dan EQ, ada satu kecerdasan lainnya yang jarang dibahas, yaitu spiritual quotient SQ. Menurut Psychreg, SQ justru merupakan kecerdasan seseorang yang paling mendasar. Mereka mendefinisikan SQ sebagai kecerdasan untuk mengembangkan kapasitas seseorang dalam mencari makna, visi, dan nilai hidupnya. Dengan memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi, seseorang bisa bermimpi dan berusaha keras untuk menggapainya. SQ mendorong seseorang untuk mengeksplorasi dirinya agar bisa menemukan dan mengembangkan potensi terbaik hingga akhirnya hidup pun menjadi lebih bermakna. Seperti yang telah Glints sebutkan pada bagian sebelumnya, salah satu perbedaan IQ, EQ, dan SQ adalah kategori atau aspeknya. Dalam SQ, ada tiga aspek yang harus kamu perhatikan, yaitu sebagai berikut. Responsibility atau Tanggung jawab Humility atau Kemanusian Happiness atau Kebahagiaan Perbedaan IQ, EQ, dan SQ © Dari penjelasan Glints di atas, kamu bisa menarik kesimpulan dari perbedaan IQ, EQ, dan SQ. IQ adalah ukuran kecerdasan intelektual, EQ adalah ukuran kecerdasan secara emosional seseorang, sedangkan SQ adalah ukuran kecerdasan dari segi “spiritual”. Ketiganya memiliki aspek atau kategorinya masing-masing. Kamu bisa mengembangkan aspek-aspek tersebut untuk meningkatkan tiga jenis kecerdasanmu. Nah, itulah perbedaan antara IQ, EQ, dan SQ. Sekarang kamu sudah lebih paham, bukan? Biasanya, banyak sekolah formal mengadakan tes IQ, EQ, dan SQ bagi para siswanya. Dengan begitu, sekolah berharap para siswa bisa mengenal dirinya lebih dalam melalui berbagai jenis kecerdasan tersebut. Jika kamu tertarik untuk mempelajari ketiga tes kecerdasan ini lebih dalam, kamu bisa baca artikel tips kantor lainnya. Klik di sini dan baca sekarang juga! What Is Spiritual Quotient? What is Emotional Intelligence EQ? Selain IQ, Ada EQ dan AQ Juga, lo! Cari Tahu Perbedaannya Perbedaan IQ dan EQ yang Perlu Kita Ketahui Gardner's Theory of Multiple Intelligences- ጁλፌзи օ иμ
- Ф ւошυձиλቦψ
- Ре ኞδաዜኀ
Berbudiluhur. AQ (Adversity Quotient) adalah kecerdasan seseorang dalam mengatasi tantangan atau kesulitan hidup tanpa merasa putus asa. Setiap individu memiliki pola pikir yang berbeda2 dalam memandang "Adversity" (tantangan, kesulitan, hambatan maupun emosi). Hanya individu yang ber AQ tinggi mampu bertahan hidup (survive).
IQmerupakan kepanjangan dari Intelegence Quotient yang artinya ukuran kemampuan intelektuas, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ adalah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.
13 Apr 2018 by Liefa Alkautsar* Assalamualaikum Ayah dan Bunda, adakah di sini yang pernah mendengar AQ Adversity Quotient? AQ adalah salah satu jenis kecerdasan yang baru-baru ini muncul, padahal sejak dahulu kala AQ sudah ada di dalam diri manusia. Jika dulu kita disibukkan dengan seberapa tinggi IQ atau kecerdasan intelektual, maka sekarang kita harus lebih terbuka dan mulai mempertimbangkan EQ, SQ bahkan AQ. Karena kesuksesan tak melulu soal angka di dalam raport atau seberapa besar nilai ulangan. Tapi kesuksesan adalah keseimbangan antara IQ, EQ, SQ dan AQ. Sederhananya gini, gimana kita atau anak kita menjadi orang yang cerdas, berakhlakul karimah, sholeh dan bermanfaat untuk semua. Hem,,, enakkan? Hehehe Ok, yuk kita lihat satu persatu apasih IQ, EQ, SQ dan AQ itu? Kecerdasan intelektual atau yang biasa disebut dengan IQ merupakan kecerdasan yang dibangun oleh otak kiri. Kecerdasan ini mencakup kecerdasan linear, matematik, dan logis sistematis. Kecerdasan ini menghasilkan pola pikir yang berdasarkan logika, tepat, akurat, dan dapat dipercaya. Orang dengan kecerdasan ini akan mampu memiliki analisis yang tajam dan memiliki kemampuan untuk menyusun strategi dengan baik. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal emosi diri sendiri, emosi orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengelola dengan baik emosi pada diri sendiri dalam berhubungan dengan orang lain. Orang dengan EQ yang baik, mampu menyelesaikan dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaan, mudah bersosialisasi, mampu membuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada komitmen Dalam teorinya Robert menjawab bahwa kecerdasan Emosi adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi. Kecerdasan spiritual berhubungan dengan perlindungan dan pengembangan jiwa, yang dalam Kamus Bahasa Inggris Oxford didefinisikan sebagai “identitas moral dan emosional” serta intensitas dari “energi intelektual dan emosional”. Seorang pakar spiritual mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kemampuan menggunakan spiritualisme sebagai cara untuk mencapai tujuan dan memecahkan masalah. Menurutnya kecerdasan spiritual terdiri dari empat kemampuan berikut Mampu mengendalikan tubuh dan benda di sekitar. Mampu mengambil manfaat dan makna dari pengalaman sehari-hari. Mampu memanfaatkan sumber daya spiritual untuk memecahkan masalah. Berbudi luhur. AQ Adversity Quotient adalah kecerdasan seseorang dalam mengatasi tantangan atau kesulitan hidup tanpa merasa putus asa. Setiap individu memiliki pola pikir yang berbeda2 dalam memandang "Adversity" tantangan, kesulitan, hambatan maupun emosi. Hanya individu yang ber AQ tinggi mampu bertahan hidup survive. Jadi, jika ada yang bertanya kecerdasan manakah yang lebih baik? Maka jawabannya adalah TIDAK ADA! Ya, karena semua kecerdasan haruslah berjalan seiring dan saling bersinergi. Orang yang cerdas dan berIQ tinggi tidak akan dihormati jika dia tidak menghormati orang lain. Ataupun orang yang cerdas, pandai bersosialisasi tapi tidak bisa survive menghadapi hidup dan selalu merasa putus asa juga tidak akan bisa bertahan. IQ, EQ, SQ dan AQ ibarat anggota tubuh, saling memberikan manfaat dan haruslah tumbuh bersama agar bisa digunakan sebagaimana fungsinya. Walaupun ada salah satu yang dominan bukan berarti kecerdasan yang lain tidak bisa dioptimalkan. Semoga bermanfaat!!! *Pemerhati Pendidikan Anak Tinggal di Sidoarjo