ethiyallafifah, 121011006 (2014) degradasi moral dalam kumpulan cerpen sayap anjing karya triyanto triwikromo: tinjauan semiotika riffaterre. skripsi thesis, universitas airlangga. eric seteffani, 121011097 (2014) bahasa persuasif pada iklan-iklan perlengkapan bayi di televisi. skripsi thesis, universitas airlangga. Saat berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, setiap orang pasti pernah mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut dapat terjadi secara tidak sengaja khilaf, keliru, maupun memang tidak sesuai dengan tata bahasa ya2ng bersangkutan. Dampak yang dihasilkan dari kesalahan ini juga tentunya memiliki spektrum tertentu, dari kecil hingga cukup besar sehingga mengaburkan proses komunikasi. Proses komunikasi terhambat oleh kesalahan berbahasa dapat menyebabkan kesalahpahaman yang merugikan seluruh pihak yang terlibat di dalamnya. Belum lagi jika dibiarkan terus-menerus, maka kesalahan berbahasa dapat menjadi kebiasaan dan merusak tata bahasa yang telah disusun sedemikian rupa untuk meningkatkan proses penuturannya. Hal ini juga berisiko menghasilkan kesalahan berbahasa yang sudah memfosil dan berujung pada penyempitan hingga kekaburan makna bahasa. Oleh sebab itu, para ahli bahasa melakukan berbagai upaya untuk menghindari permasalahan ini. Salah satu upaya tersebut adalah analisis kesalahan berbahasa. Mengapa? Karena untuk menyelesaikan permasalahan kesalahan berbahasa dengan tuntas, kita harus mengetahui betul kesalahan seperti apa yang terjadi, apa penyebabnya, dan bagaimana cara menghindari atau mengoreksinya. Selain itu, analisis kesalahan berbahasa juga dapat menjadi salah satu pisau penelitian kuat yang memiliki potensi hebat untuk menghasilkan temuan-temuan penting dalam bidang kebahasaan maupun mengenai keterkaitannya dengan berbagai sudut pandang keilmuan lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai pemaparan teori, konsep, dan penerapan analisis kesalahan berbahasa, mulai dari pengertian hingga langkah-langkah analisisnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Analisis” merupakan kegiatan menyelidiki suatu kejadian atau peristiwa, seperti perbuatan, karangan, dan sebagainya, agar dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya, baik duduk perkaranya, sebab-musabab, dan sebagainya. Artinya, dalam analisis kesalahan berbahasa kita akan menyelidiki suatu kesalahan berbahasa yang terjadi untuk mengetahui keadaan, duduk perkara, dan berbagai aspek lain yang ada di dalamnya. Kesalahan berbahasa sendiri merupakan penyimpangan bahasa dari kaidah tata bahasa atau dari faktor-faktor cara berkomunikasi dan berbahasa lainnya yang telah ditentukan atau telah tertentukan dengan sendirinya. Sejauh ini, dapat dikatakan bahwa analisis kesalahan berbahasa adalah penyelidikan mengenai penyimpangan bahasa dari kaidah tata bahasa atau faktor-faktor kebahasaan lainnya untuk mengetahui keadaan, duduk perkara, penyebab, dan berbagai aspek lain yang ada di dalamnya. Sementara itu, menurut Tarigan 2021, hlm. 123 Analisis kesalahan berbahasa AKB adalah suatu prosedur yang digunakan oleh para peneliti dan para guru, yang mencakup pengumpulan sampel bahasa pelajar, pengenalan kesalahan-kesalahan yang terdiri dalam sampel tersebut, pendeskripsian kesalahan-kesalahan itu, pengklasifikasian berdasarkan sebab-sebabnya yang telah dihipotesiskan, serta pengevaluasian keseriusannya. Artinya, prosedur ini akan merinci dengan seksama berbagai sampel kesalahan berbahasa dengan seksama untuk mengklasifikasikan dan mengevaluasi kesalahan tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Setyawati 2017, hlm. 15 bahwa analisis kesalahan berbahasa adalah suatu prosedur kerja yang biasa digunakan oleh peneliti atau guru bahasa, yang meliputi kegiatan mengumpulkan sampel kesalahan, mengidentifikasi kesalahan yang terdapat dalam sampel, menjelaskan kesalahan tersebut, mengklasifikasikan kesalahan tersebut, dan mengevaluasi taraf keseriusan kesalahan tersebut. Dapat disimpulkan bahwa analisis kesalahan berbahasa adalah prosedur penyelidikan mengenai kesalahan berbahasa yang dilakukan dengan mengumpulkan sampel sampel kesalahan, identifikasi kesalahan, pendeskripsian kesalahan, hingga pengelompokan keseriusan kesalahan-kesalahan tersebut agar dapat dievaluasi secara seksama. Jenis-Jenis Kesalahan Berbahasa Kesalahan berbahasa dapat terjadi karena beberapa alasan, mulai dari ketidaksengajaan karena performasi, kekeliruan yang bersifat acak karena kurangnya pemahaman konteks, hingga kesalahan murni yang melanggar kaidah dan tata bahasa. Corder 1974 membedakan kesalahan berbahasa menjadi tiga macam, jenis-jesni kesalahan berbahasa tersebut adalah sebagai berikut Lapses Penyimpangan Lapes atau penyimpangan adalah kesalahan berbahasa akibat penutur bahasa beralih cara untuk menyatakan sesuatu sebelum seluruh tuturan kalimat selesai dinyatakan selengkapnya. Untuk bahasa lisan, kesalahan ini disebut dengan “slip of the tongue” sedangkan untuk bahasa tulis, kesalahan ini disebut “slip of the pen”. Kesalahan ini terjadi akibat ketidaksengajaan dan tidak disadari oleh penuturnya. Error Kesalahan Error atau kesalahan adalah kesalahan berbahasa yang disebabkan oleh penutur yang melanggar kaidah atau aturan tata bahasa yang telah ditetapkan breaches of code. Kesalahan ini terjadi akibat penutur sudah memiliki kaidah tata bahasa yang berbeda dari tata bahasa yang lain, sehingga hal tersebut berdampak pada kekurangsempurnaan atau ketidakmampuan penutur. Hal tersebut berimplikasi terhadap penggunaan bahasa, terjadi kesalahan berbahasa akibat penutur menggunakan kaidah bahasa yang salah. Mistake KekeliruanMistake atau kekeliruan adalah kesalahan berbahasa yang disebabkan oleh penutur tidak tepat dalam memilih kata atau ungkapan untuk situasi tertentu. Kesalahan ini mengacu kepada kesalahan akibat penutur tidak tepat menggunakan kaidah yang diketahui benar, bukan karena kurangnya penguasaan bahasa kedua B2. Kesalahan terjadi pada produk tuturan yang tidak benar. Perbedaan Kesalahan dan Kekeliruan Berbahasa Sementara itu, Setyawati 2017, hlm. 11-12 membedakan antara kesalahan error dan kekeliruan mistake berbahasa. Kesalahan Berbahasa Dalam kaitannya dengan kesalahan berbahasa, kata salah diantonimkan dengan betul, artinya apa yang dilakukan tidak betul, tidak sesuai norma, tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Hal tersebut bisa disebabkan oleh pemakai bahasa yang belum mengetahui norma atau kaidah yang berlaku. Kekeliruan Berbahasa Sedangkan kekeliruan berbahasa merupakan proses psikologis yang dalam hal ini menandai seseorang khilaf menerapkan teori atau norma bahasa yang ada pada dirinya, khilaf menyebabkan sikap keliru dan kurang cermat dalam menggunakan norma atau kaidah yang ada. Selain itu, menurut Tarigan 2021 perbedaan antara kesalahan error dan kekeliruan mistake disajikan pada tabel berikut. No. Kategori Sudut Pandang Kesalahan Berbahasa Kekeliruan Berbahasa 1. Sumber Kompetensi Performasi 2. Sifat Sistematis, berlaku secara umum Acak, tidak sistematis, secara individual 3. Durasi Permanen Sementara/Temporer 4. Sistem Linguistik Sudah dikuasai Belum dikuasai 5. Produk Penyimpangan kaidah bahasa Penyimpangan kaidah bahasa 6. Solusi Dibantu oleh guru melalui latihan pengajaran remedial Diri sendiri siswa mawas diri, pemusatan perhatian Jenis Analisis Kesalahan Berbahasa Menurut Tarigan 2021, hlm. 145 terdapat empat pengklasifikasian atau taksonomi kesalahan berbahasa, yakni taksonomi kategori linguistik fonologi, morfologi, sintaksis, leksikon; taksonomi siasat permukaan; taksonomi komparatif; dan taksonomi efek komunikatif. Taksonomi Kategori Linguistik Taksonomi kategori linguistik adalah kesalahan berbahasa yang berdasarkan pada butir linguistik. Artinya, kesalahan berbahasa pada taksonomi ini dapat dikategorikan menjadi kesalahan fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikon. Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi antara lain dapat terjadi pada fonem, diftong, kluster dan pemenggalan kata. Beberapa sumber kesalahan berbahasa dalam tataran tersebut antara lain adalah sebagai berikut. Fonem /a/ diucapkan menjadi /e/. Fonem /i/ diucapkan menjadi /e/. Fonem /e/ diucapkan menjadi /é/. Fonem /é/ diucapkan menjadi /e/. Fonem /u/ diucapkan menjadi /o/. Fonem /o/ diucapkan menjadi /u/. Fonem /c/ diucapkan menjadi /se/. Fonem /f/ diucapkan menjadi /p/. Fonem /k/ diucapkan menjadi /?/ bunyi hambat glotal. Fonem /v/ diucapkan menjadi /p/. Fonem /z/ diucapkan menjadi /j/. Fonem /z/ diucapkan menjadi /s/. Fonem /kh/ diucapkan menjadi /k/. Fonem /u/ diucapkan/dituliskan menjadi /w/. Fonem /e/ diucapkan menjadi /i/. Fonem /ai/ diucapkan menjadi /e/. Fonem /sy/ diucapkan menjadi /s/. Kluster /sy/ diucapkan menjadi /s/. Penghilangan fonem /k/. Penyimpangan pemenggalan kata. Kesalahan Berbahasa Tataran Morfologi Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi bahasa Indonesia, antara lain adalah sebagai berikut. Salah penentuan bentuk asal. Fonem yang luluh tidak diluluhkan. Fonem yang tidak luluh diluluhkan. Penyingkatan morfem men-, meny-, meng-, dan menge- menjadi n, ny, ng, dan nge-. Perubahan morfem ber-, per-, dan ter- menjadi be-, pe-, dan te-. Penulisan morfem yang salah. Pengulangan yang salah. Penulisan kata majemuk serangkai. Pemajemukan berafiksasi. Pemajemukan dengan afiks dan sufiks. Perulangan kata majemuk. Kesalahan Berbahasa Tataran Sintaksis Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran sintaksis, antara lain adalah sebagai berikut. Penggunaan kata perangkai, dari, pada, daripada, kepada, dan untuk. Pembentukan kalimat tidak baku, antara lain Kalimat tidak efektif, Kalimat tidak normative, Kalimat tidak logis, Kalimat rancu, Kalimat ambigu, Kalimat pengaruh struktur bahasa asing. Kesalahan Berbahasa Tataran Leksikon Semantik Sumber kesalahan berbahasa dalam tataran semantik, antara lain Akibat gejala hiperkorek. Akibat gejala pleonasme. Akibat bentukan ambiguitas. Akibat diksi pemilihan kata. Taksonomi Siasat Permukaan Dalam taksonomi siasat permukaan, terdapat empat pengklasifikasian kesalahan berbahasa, yakni sebagai berikut. Omission Penghilangan Yakni kesalahan yang ditandai oleh ketidakhadiran suatu butir yang seharusnya ada dalam ucapan yang benar. Contohnya kami membeli makanan yang enak di warung malah menjadi kami membeli makanan enak di warung. Addition Penambahan Dalam kesalahan berbahasa ini, penutur menambahkan satu atau lebih unsur-unsur bahasa yang tidak diperlukan dalam suatu frasa atau kalimat. Akibatnya, terjadi penyimpangan konstruksi frasa atau kalimat. Contohnya Para pemimpin-pemimpin negara itu seharusnya Para pemimpin negara itu. Misformation Kesalahbentukan Penutur membentuk suatu frasa atau kalimat yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa itu. Akibatnya konstruksi frasa atau kalimat menyimpang dari kaidah bahasa. Contohnya Ibu sedang mensapu rumah seharusnya Ibu sedang menyapu rumah. Misordering Kesalahurutan Dalam kesalahan berbahasa ini, penutur menyusun atau mengurutkan unsur-unsur bahasa dalam suatu konstruksi farasa atau kalimat di luar kaidah bahasa itu. Akibatnya, frasa atau kalimat itu menyimpang dari kaidah bahasa. Contohnya aku tidak tahu apa itu seharusnya aku tidak tahu yang dimaksud dengan hal itu Tarigan, 2021, hlm. 133. Taksonomi Komparatif Taksonomi komparatif merupakan klasifikasi kesalahan berbahasa yang didasarkan pada perbandingan antara struktur-struktur kesalahan B2 dan tipe-tipe konstruksi tertentu lainnya. Salah satu kasus yang terjadi dalam kesalahan ini biasanya terjadi pada penggunaan bahasa Inggris pada orang yang bukan penutur aslinya termasuk orang Indonesia. Contohnya I not crying seharusnya I am not crying atau i’m not crying Taksonomi Efek Komunikatif Kesalahan pada taksonomi efek komunikatif memandang serta menghadapi kesalahan dari perspektif efeknya terhadap penyimak atau pembaca. Pusat perhatian tertuju pada pembedaan antara kesalahan-kesalahan yang seolah-olah menyebabkan salah komunikasi. Contohnya bahasa Indonesia banyak orang disenangi seharusnya bahasa Indonesia banyak disenangi orang-orang. Penyebab Kesalahan Berbahasa Menurut Setyawati 2017, hlm. 13-14 ada tiga kemungkinan seseorang dapat salah dalam berbahasa, antara lain adalah sebagai berikut. Terpengaruh bahasa yang lebih dahulu dikuasainya. Ini dapat berarti bahwa kesalahan berbahasa disebabkan oleh interferensi bahasa ibu atau Bahasa pertama B1 terhadap bahasa kedua B2 yang sedang dipelajari si pembelajar siswa. Dengan kata lain sumber kesalahan terletak pada perbedaan sistem linguistik B1 dengan sistem linguistik B2. Kekurangpahaman pemakai bahasa terhadap bahasa yang dipakainya. Kesalahan yang merefleksikan ciri-ciri umum kaidah bahasa yang dipelajari. Dengan kata lain, salah atau keliru menerapkan kaidah bahasa. Misalnya kesalahan generalisasi, aplikasi kaidah bahasa yang tidak sempurna, dan kegagalan mempelajari kondisi-kondisi penerapan kaidah bahasa. Kesalahan seperti ini sering disebut dengan istilah kesalahan intrabahasa intralingual error. Kesalahan ini disebabkan oleh a penyamarataan berlebihan, b ketidaktahuan pembatasan kaidah, c penerapan kaidah yang tidak sempurna, dan d salah menghipotesiskan konsep. Pengajaran bahasa yang kurang tepat atau kurang sempurna. Hal ini berkaitan dengan bahan yang diajarkan atau dilatihkan dan cara pelaksanaan pengajaran. Bahan pengajaran menyangkut masalah sumber, pemilihan, penyusunan, pengurutan, dan penekanan. Cara pengajaran menyangkut masalah pemilihan teknik penyajian, langkah-langkah dan urutan penyajian, intensitas dan kesinambungan pengajaran, dan alat-alat bantu dalam pengajaran. Langkah-Langkah Analisis Kesalahan Berbahasa Menurut Tarigan dan Tarigan 2021, hlm. 63-64 langkah-langkah analisis kesalahan berbahasa adalahsebagai Mengumpulkan data yaitu proses mengumpulkan sampel kesalahan berbahasa yang dilakukan peserta didik, bisa berupa karangan, hasil ulangan, dan sebagainya. Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kesalahan yaitu proses mengenali dan memilih kesalahan berbahasa pada sampel, dengan mengategorikan kesalahan-kesalahannya, contohnya kesalahan pelafalan, pengabungan kata, pembentukan kata, atau pun penyusunan kalimat. Mengurutkan kesalahan yaitu proses menyusun kesalahan, mulai dari penyebab kesalahannya, kemudian memberikan contoh yang benarnya. Menjelaskan kesalahan yaitu proses memberikan gambaran terkait letak kesalahan, kemudian menjelaskan penyebab kesalahannya, dan diakhiri dengan memberikan contoh yang benar. Memprakirakan atau memprediksi yaitu memperkirakan daerah kebahasaan yang tengah dipelajari, dan berpotensi memunculkan kesalahan berbahasa. Mengoreksi kesalahan yaitu membetulkan serta meminimalisir terjadinya kesalahan, dengan cara menyiapkan bahan yang tepat, buku yang baik sebagai pegangan, dan kesesuaian teknik pengajaran. Referensi Setyawati, Nanik. 2017. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Teori dan Praktik. Surakarta Yuma Pustaka. Tarigan dan Tarigan. 2021. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung Angkasa.

AnalisaKorelasi Pada kuesioner tentang adanya pengaruh iklan atau tidak diberikan skor antara 0 dan Skor tertinggi 1 menunjukkan bahwa adanya pemilihan obat flu oleh responden dipengaruhi iklan di televisi, skor terendah 0 menunjukkan bahwa responden tidak terpengaruh iklan di televisi pada pemilihan obat flu. Penelitian ini menggunakan statistik

ArticlePDF Available AbstractThe language error are often found in advertising slogan on television. The purpose of this study was to describe the meaning of Indonesian slogan and mistakes in advertisement of tea and coffee on television. The method used in this research is qualitative descriptive. Data sources in this study are words derived from the slogan of advertising in 2018 for tea and coffee drinks on INDOSIAR, RCTI, SCTV, MNC TV, ANTV, GLOBAL TV stations. Data collection techniques in this study are referenced and recorded. Data analysis in this study includes the interpretation of the meaning of the tea and coffee drink advertising slogan and the Indonesian language error contained in it. The results of this study are the meaning contained in the slogan of the advertisement of tea and coffee drinks on television showing that the advertising slogan makers display the superiority of their products in term of taste, product origin and health. Indonesian language error in the slogan of advertising for tea and coffee drinks on television include the use of foreign terms, the use of comma, elimination of conjunctions in clauses, improper use of prepositions, excessive use of elements, ambiguity of sentence, illogical sentence, non-parallel sequences, sentence that are not subject, words of affirmation, and influence of regional language. Keywords meaning, slogan, television, advertisement, language error MAKNA SLOGAN DAN KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA PADA IKLAN MINUMAN DI TELEVISI Abstrak Kesalahan berbahasa sering ditemukan dalam slogan iklan di televisi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna slogan dan kesalahan berbahasa Indonesia dalam slogan iklan minuman teh dan kopi di televisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang berasal dari slogan iklan minuman teh dan kopi di stasiun televisi INDOSIAR, RCTI, SCTV, MNC TV, ANTV dan GLOBAL TV tahun 2018. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah simak dan catat. Analisis data penelitian ini meliputi interpretasi makna slogan iklan minuman teh dan kopi, serta kesalahan berbahasa Indonesia yang ada di dalamnya. Hasil penelitian ini adalah makna yang terkandung dalam slogan iklan minuman teh dan kopi di televisi menunjukkan bahwa pembuat slogan iklan menampilkan keunggulan produknya dari sisi rasa, asal usul produk dan kesehatan. Kesalahan berbahasa Indonesia dalam slogan iklan minuman teh dan kopi di televisi meliputi penggunaan istilah asing, penggunaan tanda koma, penghilangan konjungsi pada anak kalimat, pemakaian preposisi yang tidak tepat, penggunaan unsur yang berlebihan, ambiguitas kalimat, kalimat yang tidak logis, urutan yang tidak paralel, kalimat tidak bersubjek, kata imbuhan, dan pengaruh bahasa daerah. Kata kunci makna, slogan, televisi, iklan, kesalahan berbahasa Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. A preview of the PDF is not available Sri HaryatiMalan LubisKhairil AnsariThis study aims to find out the developmentof brochure-based teaching materials on persuasive text in grade 7th object of this study is grade 7th students of Dwi Tunggal Tanjung Morawa. The result shows that The process of developing the development of brochure-based teaching materials on persuasive text material was carried out in three stages, namely the preliminary study phase, the initial product development and product testing. At the stage of the preliminary study an analysis of the needs of teachers and students was carried out. The results of the needs analysis obtained data that 100% of teachers and students of Junior High School Dwi Tunggal Tanjung Morawa need teaching materials in the Indonesian language learning companion. In the initial product development stage, product design and product validation were carried out to 2 material experts and 2 media design experts. After the validation process, the product is declared feasible for testing. In the third stage, product testing was carried out in three ways, namely individual trials, small group trials and limited field trials. Individual trials obtained an average percentage of with the category "Very good", the small group trial received an average percentage of with the category "Very Good". Limited field trials received an average percentage of with the category "Very Good". Based on these data, obtained appropriate teaching materials to be used by teachers and students in NariusTranslating of a text needs enough skill and knowledge about the topic that will be translated. The meaning including in various language sources, lexical meaning, grammatical meaning, contextual or situational meaning, textual meaning, sociocultural meaning and idiomatic meaning. If it is connected to advertisement, meaning that will be delivered to listener or reader are messages that will persuade the reader for acting. Advertisement language is simple but it has persuasive function. The various advertisement forms have specific challenge in translating, because audio advertisement is different from visual and audio visual. Key words/ phrases translating, advertisement, meaning, advertisement typesMeira Anggia PutriJapan is the land of industry which produces many kind of products. To market their product one of the effective ways is by using advertisement. Advertisement is something that we always see in our daily life. We can find it anywhere, at the billboard, television, magazine, newspaper, radio, etc. Since the objective of any type of advertising is to persuade the public to buy product or service, advertiser uses many ways to convey his product message, one of them is by using figurative language. Figurative language is language that is used in an exaggerated fashion to represent an idea. Figurative language in advertising is used to help the consumer picture himself benefiting from the product or service being mentioned. Based on Abrams theory, figurative language divided into two classes figures of thought and figures of speech. Figures of thought grouped into five, they are simile, metaphor, metonymy, synecdoche, and personification. Japanese advertisers often use this figures of thought to their ads. This paper discusses about figures of thought in Japanese ad copywriting. The purpose of this paper is to analyze the use of figures of thought in Japanese ad Copywriting for knowing the message it contains. Keywords Japanese advertising, copywriting, figurative language, figures of LoflandLyn H. LoflandManual para la investigación cualitativa en ciencias sociales, en el que se presentan -paso a paso- técnicas para recoger, enfocar y analizar datos Koherensi Mikro Pada Karya Ilmiah MahasiswaG L AndovitaH PujiatiA Dan RahmatAndovita, G. L., Pujiati, H. dan Rahmat A. Tingkat Koherensi Mikro Pada Karya Ilmiah Mahasiswa. Lingua Didaktika. Vol. 12 No. 1, hal. 45-58.Analisis Wacana Teori, Metode, dan Penerapannya pada Wacana MediaA BadaraBadara, A. 2014. Analisis Wacana Teori, Metode, dan Penerapannya pada Wacana Media. Jakarta Relation dan Publik Relation dalam ManagementO U EffendyEffendy, O. U. 1986. Human Relation dan Publik Relation dalam Management. Bandung of Mass Communication, 5 th EditionD MelvinB SandraMelvin, D. dan Sandra, B. 1989. Theories of Mass Communication, 5 th Edition. New York-London Penelitian Kualitatif. Bandung PT Remaja RosdakaryaJ MoleongMoleong, J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung PT Remaja Kesalahan Berbahasa Pada Penulisan Iklan Luar Ruang di Kota SurakartaS RatnaA DewiRatna, S. & Dewi, A. 2016. Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Penulisan Iklan Luar Ruang di Kota Surakarta. Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta. Vol. 2 No. 5, hal. 46 -68.Analisis Kesalahan BerbahasaN SetyawatiSetyawati, N. 2013. Analisis Kesalahan Berbahasa. Surakarta Yuma Pustaka.
1344410558369578023 4. MASALAH SEMANTIK Kesalahan pertama: "Bobbi Menurunkan Bakat Bernyanyi Dari Sang Ibu" ( bahasa

rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Efektivitas Iklan Pada Media Televisi (Studi Kasus Pada Produk Vitazone di Universitas Diponegoro)”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang.

Makanya banyak yang kelabakan sampai mual-mual bila berhadapan dengan analisis linguistik-matematis gaya Noam Chomsky dalam mengurai wacana humaniora. Pertama, soal pengimbuhan. Salah satu penyebab kenapa saya bebas merdeka dari jajahan televisi berbahasa Indonesia adalah masalah pentasrifan kata melalui pengimbuhan. erlindakusuma prahastiwi, 121511133104 (2019) tuturan imperatif dalam interaksi berbahasa anak usia dini di tarbiyatul athfal perwanida kecamatan sambit kabupaten ponorogo : kajian pragmatik. skripsi thesis, universitas airlangga. efidwinarni, 121411131090 (2019) bahasa iklan produk kecantikan padamedia televisi analisis wacana kritis.
APRIANI MELISA (2019) INTERPRETASI KHALAYAK PADA IKLAN TVC RAMAYANA VERSI RAMADHAN 2018 #KERENLAHIRBATIN Analisis Resepsi Iklan TVC Ramayana Versi Ramadhan 2018 #KerenLahirBatin. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
1 Pengertian Analisis Kesalahan. Kesalahan berbahasa di dalam pembelajaran bahasa merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari. Bahkan Tarigan (1990:67) mengatakan bahwa hubungan keduanya ibarat air dengan ikan. Sebagaimana ikan hanya dapat hidup dan berada di dalam air, begitu juga kesalahan berbahasa sering terjadi dalam pembelajaran AnalisisKesalahan Berbahasa Pada Karangan Persuasif Siswa Kelas X Di SMA Negeri 2 Boyolali Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Bentuk dan jenis kesalahan .
  • 8ptl1yb7qc.pages.dev/471
  • 8ptl1yb7qc.pages.dev/37
  • 8ptl1yb7qc.pages.dev/353
  • 8ptl1yb7qc.pages.dev/4
  • 8ptl1yb7qc.pages.dev/390
  • 8ptl1yb7qc.pages.dev/461
  • 8ptl1yb7qc.pages.dev/301
  • 8ptl1yb7qc.pages.dev/481
  • analisis kesalahan berbahasa pada iklan televisi